Selamat Datang di anekatambangemas.com

Meyediakan Berbagai Macam Bahan Kimia Pertambangan emas dan peralatan tambang

Aneka ragam Pertambangan emas

Indonesia Merupakan salah satu diantara tambang emas terbesar di dunia...membidik sektor para penambang lokal di nusantara yang kian banyak,..untuk itulah anekatambangemas.com hadir untuk memenuhi para penambang emas lokal dalam penyediaan bahan kimia dan peralatan tambang emas

Kwalitas yang terbaik kami berikan

Menjaga kwalitas product Bahan kimia maupun Peralatan tambang emas yang kami jual kepada clien merupakan komitmen kami kepada pelanggan

Menjadi salah Satu Bisnis yang sukses di pertambangan emas

Emas merupakan salah satu logam mulia paling Berharga di dunia membidik segmen dalam bisnis pertambangan emas , merupakan langkah yang tepat untuk memulai kesuksesan.

Menghasilkan Yang Terbaik dalam pengolahan

terletak pada kwalitas Bahan kimia yang dipergunakan dalam pengolahan emas, menjadi sangat berperan untuk mendapatkan Emas murni 24K

Jumat, 08 Maret 2013

TAMBANG EMAS DI WAMSAIT HEBOHKAN MASYARAKAT

Penemuan tambang emas di sekitar desa Wamsait kecamatan Waeapo beberapa waktu lalu oleh masyarakat sekitar, kini mulai menjadi topik perbincangan hangat masyarakat, baik yang ada di desa maupun di kota. Betapa tidak, tambang emas yang menggemparkan masyarakat ini sudah menjadi mata pencaharian masyarakat untuk mendulang emas di lokasi itu dengan penambangan emas tradisional akhir-akhir ini semakin marak.

"Pekerjaan mendulang itu kini menjadi pekerjaan alternatif bagi para sebaian masyarakat yang ada di dataran Waeapo”, ujar Sutomo salah satu warga desa Wamsait.  Dijelaskan, saat ini di lokasi tambang emas tradisional di sekitar gunung Warmoly kini terdapat ratusan orang lebih pekerja tambang emas tradisional yang berasal dari berbagai daerah di kabupaten Buru. 

Padahal, sebelumnya pendulang emas itu hanya berjumlah kurang dari 100 orang. "Jumlah pendulang itu membludak setelah berita penemuan tambang emas tersebar," ujarnya.

“Habis tidak ada pekerjaan lain, selain menjadi pendulang emas dadakan," ujar Ancori salah satu warga Namlea yang membawa rombongannya untuk mendulang emas. Menggantungkan nasib dan menjadi pendulang emas adalah satu-satunya mata pencaharian mantan tukang ojek tersebut. Meski hasilnya tidak menentu, warga yang bukan hanya berasal dari Desa Wamsait dan sekitarnya itu tetap bertahan beberapa hari dilokasi tambang emas untuk menjadi Pendulang emas dengan memakai alat dulang dadakan dari kuali (penggorengan) yang dibelinya dari pasar. Kadang-kadang hasilnya mereka jual ke pembeli dan mereka bisa mendapatkan Rp300 ribu per hari bahkan puluhan juta rupiah asalkan mereka bisa bertahan lebih lama dilokasi tambang.


Lain halnya denga Susyono warga desa Wamsait dan merupakan orang pertama yang menemukan tambang emas tersebut. Susyono menceritakan malam itu dia bermimpi dan diberi petunjuk dalam mimpinya, bahwa di gunung Warmoly tersebut ada emasnya. Keesokan harinya Susyono seorang diri langsung menuju gunung tersebut dan benar adanya, digunung itu ada emasnya. “Pertama kali saya mengecek seorang diri dengan membawa peralatan seadanya guna mencari emas tersebut seperti dalam mimpi dan benar ada butiran-butiran kuning yang ternyata emas. Selanjutnya setipa hari saya pergi sendirian untuk mendulang emas, karena ada yang curiga dan membuntuti saya, maka tersebarlah berita penemuan emas di gunung Warmoly”, kata Susyono ketika ditemui dilokasi tambang dengan beberapa kerabatnya yang juga sedang mendulang emas.


Warga sekitar juga baru sadar ternyata di tempat mereka memiliki kandungan emas dan bahan mineral lain termasuk bukit-bukit yang menjadi incaran para penambang untuk mencari bahan galian emas dan penambangan emas tradisional ini sudah dilakukan sebulan yang lalu.


Sepanjang jalan menuju dataran Waeapo baik siang dan malam bahkan dini hari, terlihat banyak lalu lalang kendaraan bermotor yang ingin menambang bahkan sekedar masyarakat yang ingin tahu tentang lokasi tambang emas yang menggemparkan itu.


Sumber : http://burukab.go.id

Penemuan Tambang Emas Kembali Menghebohkan Warga Kota Ambon

Satu persatu tambang emas di temukan di Maluku, beberapa bulan lalu, warga dihebohkan dengan penemuan tambang emas di Namlea Kabupaten Buru, kemudian pecan kemarin kembali Warga Desa Hualoy Kecamatan Kairatu Kembali dihebohkan dengan penemuan tambang emas yang jauh lebih besar dari yang sebelumnya di temukan di Namlea, kini pecan ini, kembali Tambang emas menemukan kembali Tambang emas.

Kali ini warga menemukan tambang emas di kawasan Batu Gaja Kota Ambon Maluku. Memasuki hari ketiga, kawasan tersebut terlihat ramai dipadati warga yang dating untuk melihat dan menggali tanah yang dialiri sungi kecil tersebut untuk mengambil tanah yang diduga mengandung unsure Emas.

Sementara itu, pemilik lahan hingga saat ini belum dapat memastikan, jika lahannya tersebut merupakan daerah tambang emas, karena pihaknya belum melakukan pengujian sampel terhadap kadar enmas, dan belum memiliki jawaban pasti bahwa memang benar kawasan tersebut mengandung unsure emas.

Walau belum dipastikans secara ilmiah, bahwa kawasan tersebut mengandung unsure eas seperti yang diberitakan warga, namun sebagaian besar warga telah melakukan upaya penggalian sendiri secara manual, dan warga sangat berharap kalau kawasan tersebut merupakan tambang emas. (ITH)

Sumber : http://media.kompasiana.com

Penemuan Tambang Emas di Kalimantan Selatan


indosiar.com, Kalimantan Selatan - Warga Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, beberapa hari ini dikejutkan dengan ditemukannya areal tambang emas di lahan perkebunan milik warga saat akan ditanami bibit tanaman singkong.

Areal tambang emas ini ditemukan secara tidak sengaja oleh Badarun Jaman, warga KM 52 Desa Tambang Ulang, Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Saat menggali tanah untuk menanam pohon singkong di kebunnya, ia melihat bongkahan tanah galiannya berwarna keemasan yang setelah diteliti adalah emas.

Sejak saat itu, keluarga Badarun bersama warga lain beramai-ramai membuat galian tambang tradisional dengan cara berkelompok. Setiap kelompok rata-rata mendapat 10 hingga 20 gram emas setiap harinya.

Hanya dengan sekitar 20 lubang galian mereka berhasil mengumpulkan puluhan kilogram emas. Uniknya Badarun sang pemilik tanah mengijinkan warga sekitar ikut menggali lubang untuk mendapatkan emas. Menurut Badarun warga 

diperkenankan ikut menambang emas dilokasi ini, asalkan mengikuti aturan yang disepakati warga dan pemilik tanah diantaranya membagi hasil emas.

Di tempat ini juga disiapkan tempat penyulingan emas untuk memisahkan bongkahan tanah dengan kandungan emas. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, areal tambang dadakan ini kini dijaga aparat TNI dan kepolisian setempat. (Muhammad Lutfi Darlan/Sup)

Sumber : http://www.indosiar.com/